Balap sepeda dibaca dari persaingan yang mengandalkan tenaga sendiri, bukan mesin. Penafsir menghubungkannya dengan usaha yang hasilnya ditentukan ketekunan, bukan modal atau bantuan orang lain. Mengayuh di depan umumnya dibaca sebagai keunggulan yang diperoleh dari kerja keras. Tertinggal karena kehabisan tenaga dihubungkan dengan kelelahan yang mulai memengaruhi hasil. Sebagian penafsir menambahkan bahwa tanjakan dalam balapan dibaca sebagai ujian yang memisahkan yang bertahan dari yang menyerah.
Kode erek-erek: 36
2D: 34 · 83 · 87 · 33
3D: 834 · 823
4D: 0568 · 2568