Sepeda motor dibaca sebagai kendaraan yang paling dekat dengan usaha pribadi, karena dikendarai sendiri dan menanggung risikonya sendiri. Penafsir menghubungkannya dengan penghidupan sehari-hari yang dijalani tanpa banyak bantuan. Berkendara dengan lancar umumnya dibaca sebagai urusan yang masih terkendali. Terjatuh dari motor dibaca sebagai kelalaian kecil yang berakibat lebih besar dari perkiraan. Berboncengan ikut diperhitungkan sebagian penafsir: membonceng orang lain dihubungkan dengan tanggungan, sedangkan dibonceng dihubungkan dengan bergantung pada orang lain. Motor yang hilang atau dicuri sering dibaca sebagai kekhawatiran kehilangan sumber penghidupan.
naik sepeda motor kencang — Pertanda ambisi yang sedang memuncak, tapi perlu hati-hati agar tidak ceroboh.
rem sepeda motor blong — Peringatan untuk memperlambat dan tidak terburu-buru dalam keputusan penting.
sepeda motor baru — Pertanda akan ada rejeki baru atau peluang segar dalam pekerjaan.
ban sepeda motor kempes — Ada hambatan kecil dalam perjalanan atau usaha yang perlu diselesaikan sebelum melanjutkan.
Kode erek-erek: 38
2D: 37 · 67 · 84 · 17
3D: 369 · 362
4D: 0184 · 2184