Uang logam dibedakan dari uang kertas karena nilainya kecil tapi wujudnya nyata dan berbunyi. Penafsir Nusantara menghubungkannya dengan urusan kecil yang berulang, biasanya soal sehari-hari yang menumpuk. Uang logam yang terkumpul banyak umumnya dibaca sebagai hasil kesabaran mengumpulkan sedikit demi sedikit. Uang logam yang tercecer dibaca sebagai pengeluaran kecil yang tidak terasa tapi menggerus. Sebagian penafsir memperhatikan bunyinya, dan menghubungkan bunyi uang logam dengan kabar yang cepat tersiar meski isinya sepele.
Kode erek-erek: 64
2D: 63 · 46 · 98 · 96
3D: 726 · 740
4D: 0834 · 2834