Korek api dibaca dari perannya sebagai pemantik, bukan sebagai apinya sendiri. Penafsir menghubungkannya dengan sebab kecil yang bisa menimbulkan akibat besar, biasanya berupa ucapan atau tindakan yang tampak sepele. Korek yang menyala dengan sekali gores umumnya dibaca sebagai urusan yang gampang dimulai. Korek yang berkali-kali gagal menyala dibaca sebagai usaha yang belum menemukan waktunya. Sebagian penafsir menambahkan bahwa korek api yang habis tanpa sempat dipakai dihubungkan dengan kesempatan yang dibiarkan lewat.
Kode erek-erek: 67
2D: 58 · 38 · 23 · 88
3D: 548 · 550
4D: 0640 · 2640