Kereta api dibaca berbeda dari kendaraan lain karena jalurnya sudah ditentukan dan tidak bisa dibelokkan. Penafsir menghubungkannya dengan jalan hidup yang sudah terlanjur dipilih, lengkap dengan segala keterikatannya. Naik kereta yang berjalan tenang umumnya dibaca sebagai keadaan yang sedang berjalan semestinya. Ketinggalan kereta punya tafsir tersendiri dan hampir selalu dihubungkan dengan kesempatan yang lewat karena keterlambatan sendiri. Kereta yang berhenti di tengah jalan dibaca sebagai urusan yang tertunda oleh sebab di luar kuasa pemimpi. Sebagian penafsir juga memperhatikan apakah pemimpi tahu tujuan perjalanannya, karena tidak tahu tujuan dibaca sebagai keraguan yang belum diakui.
Kode erek-erek: 05
2D: 01 · 89 · 10 · 39
3D: 957 · 958
4D: 1161 · 7161